Tuesday, 16 October 2018

Gawat, Species Ikan di Laut Indonesia Semakin Berkurang

Direktur Pusat Riset Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Toni Ruchimat mengatakan, sumber daya ikan di Indonesia semakin hilang. Ia mengatakan sesuai laporan data dari LIPI, semakin hari laut di Indonesia semakin kehilangan species ikan.

"Sumber daya ikan walaupun mampu berkembang, berkembang bukan berarti tidak terbatas. Kita sudah banyak kehilangan species. Menurut LIPI sekarang sumber daya ikan semakin hari semakin hilang," ucap Toni Ruchimat di Kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Oktober 2018.
Menurut dia, sumber daya ikan laut yang hilang akibat dari tidak adanya kepemilikan laut, lalu pencemaran lingkungan akibat limbah industri. Selain itu juga dapat memberikan pengaruh terhadap jumlah sumber daya ikan di laut.
"Sumber daya ikan di laut tidak ada kepemilikan. Selain itu, air laut, danau dan waduk sungai masih dianggap tempat pembuangan limbah untuk kegiatan industri di darat. Makanya banyak ikan laut yang punah," kata dia.
Untuk memulihkan ekosistem sumber daya ikan, pihaknya akan melakukan pendekatan terhadap ekosistem biota laut. Dengan Keputusan Menteri Kelautan tahun 2013 Pasal 7 ayat 1 juga dapat memulihkan ekosistem di Indonesia.
"Penangkapan harus dikendalikan, ada out of control. Kita buat kebijakan operasional, kita buat rencana dan ada manfaatnya. Sudah ada Ka- WPP saat itu baru ada tahun 2013 dan diamankan oleh UUD  Pasal 7 ayat 1. Ada rencana aksi nasionalnya seperti apa  potensi dan alokasi sumber daya ikan.  Kita juga menjumlahkan jumlah tangkap yang harus diperbolehkan," kata dia.

Jalin Hubungan Asmara Terlarang dengan Bawahan, Menteri Cantik Mundur

Menteri Industri Primer Tasmania Sarah Courtney menyatakan mundur sementara dari jabatannya untuk menjalani penyelidikan atas "hubungan pribadi" dengan kepala departemen yang juga bawahannya.

Hal itu disampaikan Menteri Utama Tasmania Will Hodgman hari Selasa (16/10/2018) dalam sidang parlemen negara bagian Australia tersebut.

Menurut Dodgman, Sarah Courtney mengajukan permintaan mengundurkan diri setelah pada hari Minggu menyampaikan telah menjalin hubungan pribadi dengan Dr John Whittington yang juga kepala departemen kementerian yang dibawahi Courtney.


Menurut Hodgman, mundur sementara diri jabatannya sambil menunggu hasil dari pemeriksaan mengenai kemungkinan adanya konflik kepentingan.
Kepala Departemen Industri Primer, Taman, Air, dan Lingkungan (DPIPWE) Dr Whittington untuk sementara juga diberhentikan selama berlangsungnya pemeriksaan.
Kepala Departemen Industri Primer negara bagian Tasmania Dr John Whittington.
Supplied: University of Tasmania
Hodgman mengatakan pihaknya memerintahkan stafnya untuk memeriksa seluruh keputusan terkait yang dibuat oleh Menteri Courtney.
Dia juga meminta pertimbangan apakah perlu adanya penyelidikan mengenai pelanggaran kode perilaku yang dilakukan Dr Whittington.
Hodgman menambahkan, pihaknya meminta masukan mantan jaksa Damian Bugg QC untuk menentukan adanya pelanggaran kode etik menteri.
Untuk sementara, Hodgman mengambilalih tanggung-jawab Menteri Industri Primer.
Dia meminta semua pihak untuk menghormati masalah privasi kedua pejabat tersebut.
Courtney menduduki jabatan menteri tersebut sejak Maret lalu.
Sedangkan Dr Whittington menjabat sebagai kepala departemen ini atas penunjukan Hodgman pada 2014. Jabatan ini bergaji sekitar $ 400.000 pertahun.

Pemerintah Aceh Digugat Rp1 Triliun Terkait Bisnis Hotel

PT Amazing Hotel Management (AHM) Indonesia menggugat Pemerintah Aceh dengan nilai gugatan mencapai Rp1 triliun. Pemerintah Aceh mengaku terkejut dengan gugatan tersebut.

Gugatan tersebut ternyata terkait kerja sama bisnis perhotelan di Kawasan Menteng, Jakarta. Dikutip dari website resmi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, gugatan yang bernomor 551/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst. Dalam gugatanya PT AHM Indonesia menyatakan Pemerintah Aceh melakukan perbuatan melawan hukum. Hingga sat ini gugatan itu terus berjalan.
Adapun poin PT AHM meminta majelis hakim agar segera memutuskan gugatan tersebut yang berbunyi "Menyatakan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan PT AHM Indonesia tentang Kerjasama Pemanfatan Tanah dan Bangunan (Mess Aceh) milik Pemerintah Aceh di Jalan RP Soeroso Nomor 14 Menteng Jakarta Pusat dengan Nomor: 11/PKS/2014 dan 08/DIR/V/2014 yang dibuat dan ditandatangani antara penggugat dan tergugat tanggal 30 Mei 2014 adalah sah dan berharga," sebut penggugat, PT AHM.
Kemudian PT AHM meminta majelis hakim menghukum tergugat untuk mengganti kerugian yang diderita penggugat yaitu kerugian material sebesar Rp8,2 miliar dan kerugian immaterial sebesar Rp1 triliun.
"Ketiga meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) atas aset milik tergugat berupa tanah dan bangunan di atasnya beserta segala turutan di atasnya milik tergugat terletak di Jl RP Soeroso No 14 Cikini Menteng Jakarta Pusat," tulis PT AHM dalam gugatannya.
Mengetahui hal itu, Pemerintah Aceh mengaku terkejut soal gugatan tersebut. Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Rahmad Raden mengatakan, mess Aceh yang di Jakarta dikelola oleh PT AHM Indonesia sebagai pihak ketiga dan tempat itu dioperasikan sebagai hotel.
"Mereka sudah dua tahun menunggak sudah tidak menyetor ke Pemerintah Aceh. Sudah beberapa kali dilakukan mediasi tapi tetap tidak selesai. Sampai akhirnya mess itu kita ambil kembali," kata Rahmad saat dikonfirmasi, Selasa, 16 Oktober 2018.
Pemerintah Aceh juga tengah menyiapkan sesuatu untuk menghadapi gugatan itu. Pihaknya juga berkonsultasi dengan Kepala Biro Hukum Pemerintah Aceh. "Tentunya kita sedang menyiapkan segala sesuatunya terhadap gugatan tersebut," sebutnya.

Dua Wanita Disuruh Mengantar Sabu yang Disembunyikan di Tapak Sandal, Upahnya Rp 6 Juta

Polres Deliserdang meringkus dua wanita asal Bireuen setelah tertangkap basah akan menyelundupkan 506 gram narkotika jenis sabu ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Keduanya, Norawati alias Nura (22) warga Desa Abeukbudi, Kecamatan Juli, Bireuen dan Ernawati Syarifuddin (33) penduduk Desa Lipahrayeuk, Kecamatan Jeumpa, Bireuen dibekuk di ruang tunggu keberangkatan Bandara Kualanamu, Deliserdang, Minggu (14/10/2018) lalu.

"Mereka sedang menunggu penerbangan ke Banjarmasin," kata Kasat Resnarkoba Polres Deliserdang AKP Jama K Purba, Selasa (16/10/2018).

Baca: Sepekan KPK Tangkap Sindoro Bersaudara, Sempat Jadi Buronan hingga Skandal Suap Proyek Meikarta

Dia menjelaskan, kedua tersangka disuruh pria yang disapa Abang untuk mengantarkan sabu-sabu itu ke Banjarmasin dengan upah Rp 6 juta per orang.

"Sabu-sabu itu disembunyikan di tapak sandal. Menurut mereka kondisi sandal sudah begitu ketika mereka terima dari A," kata AKP Jama K Purba.


Wednesday, 12 September 2018

Beredar Kabar Akan Ada Razia Besar-Besaran, Ini Kata Polisi

Beberapa hari ini masyarakat dibuat resah dengan adanya pesan melalui whtsapp dan facebook. Pesan tersebut mengatakan Polri akan menggelar razia besar-besaran.
Bunyi pesan yang beredar melalui facebook dan whatsapp sebagai berikut :
"Di himbau kepada seluruh masyarakat teman teman dan saudara di mulai tanggal 11 september 2018 akan di adakan OPRASI CIPTA KONDISI RAZIA PENGECEKAN KENDARAAN & PREMANISME, NARKOTIKA BESAR BESARAN selama 1 bulan full di mulai dari tanggal 11 september s/d 11 oktober 2018 di seluruh wilayah indonesia. Pesan ini disampaikan oleh kepala divisi humas Polri Irjen.Pol.Drs.Setyo Wasisto, S.H. "
Dikutip dari intisari.grid.id, kabar tersebut dibantah oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
Menurut Dedi, kabar tersebut tidak benar alias hoax, yang sengaja disebarkan untuk membuat resah masyarakat.
"Divisi Humas sudah menyampaikan, kalau berita itu hoaks. Dan sudah didalami oleh tim cyber," ujar Dedi, dikutip dari intisari, Selasa (11/9).
Untuk lebih memastikan informasi tersebut, otojurnalisme menghubungi Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.

Era Presiden Jokowi, Pertamina Jadi Tuan di Negeri Sendiri

PT Pertamina (persero) berhasil mengelola separuh wilayah kerja minyak dan gas (migas) selama era Presiden Joko Widodo. Tujuan Presiden ke7 itu sangat mulia yakni menjadikan perusahaan plat merah bidang usaha migas menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Jokowi tidak pernah menjanjikan akan menjadikan Pertamina mengalahkan Petronas. Beliau hanya menekankan akan berupaya agar Pertamina seperti Petronas menguasai 60% ladang minyak di Malaysia dan menjadi tuan di negri-nya sendiri,” ujar Anggota Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir dalam keterangan resmi. Selasa 11/9.
Menurut dia, tuduhan bernuansa politik yang mengatakan capaian Pertamina mendominasi industri migas belum memenuhi janji karena harus lebih baik dari Petronas. Hal itu sangat tidak tepat diutarakan pihak manapun.
Inas menganggap pihak yang menyatakan tuduhan itu gagal membaca visi Jokowi dalam memajukan Pertamina. Langkah yang paling sulit namun sudah mampu terealisasi di era Presiden ke7 ini yakni menjakan Pertamina sebagai tuan di negeri sendiri.
Pada saat Jokowi dilantik, kata Inas, Pertamina hanya menguasai 24% ladang minyak di Indonesia dan pada tahun 2018 ini Pertamina sudah menguasai 35% ladang minyak di Indonesia dan pada tahun 2021, Kontrak Chevron di Rokan, ladang minyak terbesar di Indonesia, yakni 27% dari total ladang nasional akan berakhir dan diambil alih oleh Pertamina.
“Dengan demikian ladang minyak yang akan dikuasai oleh Pertamina pada tahun 2021 menjadi 62%, tentunya akan menjadi tuan di negerinya sendiri. Ini sangat membanggakan karena manfaat dari sumber daya alam kita dapat langsung dirasakan seluruh masyarakat," pungkasnya. 

Ini Cara Bikin Suami Tidak Bosan pada Istri

Bosan adalah suatu fitrah bagi manusia. Di dalam rumah tangga ada kalanya istri merasa bosan kepada suami atau sebaliknya. Namun, tentu semua pasangan suami-istri tak ingin hal itu terjadi padanya.
Lantas, bagaimana cara agar suami tak bosan kepada istri?
Sesungguhnya, kunci utama agar suami tidak bosan kepada istri adalah dengan menghiasi diri lewat akhlak yang mulia. Dengan akhlak yang mulia tentu seorang istri akan taat kepada suaminya, memberikan yang terbaik untuk suaminya baik dari tutur kata, perilaku ataupun bentuk pelayanan yang lain kepada suami. Jika pelayanan tanpa dihiasi akhlak yang mulia, maka pelayanan itu hanyalah kepura-puraan.
Sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam : “Hal terbaik bagi seorang mukmin setelah ketaqwaan pada Allah SWT adalah (memiliki) seorang istri solehah, yaitu yang patuh jika disuruh, menyenangkan bila dipandang, membenarkan jika suami bersumpah atasnya, dan pandai menjaga diri dan harta jika suami tidak ada,” (H.R.Thabrani dari Abdullah bin Salam).
Adapun secara teknis, istri harus berusaha mengetahui apa yang disukai oleh suami dan apa yang dibenci olehnya. Dengan mengetahui apa yang disukai oleh suami, maka istri harus berusaha melakukan apa yang disukai oleh suami. Untuk mengetahui apa saja yang suami sukai dapat menanyakan lansung kepada suami atau melihat ekspresi-ekspresi yang suami tunjukkan pada saat istri melakukan sesuatu. Kemudian, istri harus menghindari apa yang suami benci. Cara agar menegtahui apa yang dibenci suami dapat pula dilakukan seperti tadi, bertanya dan melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh suami.
Dengan mengetahui hal yang disukai dan dibenci oleh suami dapat menjadikan istri berprilaku sesuai dengan apa yang suami harapkan. Dan tak ada salahnya memberikan suprise kepada suami, agar suami merasa amat dicintai oleh istri.