Jadi Korban Intimidasi 2019GantiPresiden, Silakan Lapor Kesini

shares

Setelah video intimidasi terhadap ibu rumah tangga dan anaknya di tengah car free day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (29/4), beredar luas, organisasi Cyber Indonesia membuka posko pengaduan bagi korban intimidasi yang dilakukan orang-orang berkaus #2019GantiPresiden.
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid mengatakan membuka posko karena melihat ada sejumlah korban intimidasi. Salah satunya, Susi Ferawati dan putranya.
"Korban seorang ibu bersama anaknya, yang dicaci-maki, dikerubungi, disawer-sawer uang dan mau disumpal, ini tindakan persekusi yang sudah diluar batas," ujar Muannas, Senin (30/4).
Selain itu, kata Muannas, ada juga warga berkaus #DiaSibukKerja dikejar-kejar kelompok yang berkaus #2019GantiPresiden. Korban sampai lari karena ketakutan.
"Oleh karena itu kami membuka nomor pengaduan yang selanjutnya kami akan advokasi dan dampingi laporan ke Polisi, silakan kontak nomor pengaduan Cyber Indonesia 0811-8777-055," kata Muannas.
Muannas berharap aparat kepolisian turun tangan.
"Kepolisian bergerak, untuk antisipasi reaksi balik, meski saya tetap menginginkan semua pihak menahan diri, biarkan penegak hukum yang bergerak" kata Muannas.
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris mengecam aksi intimidasi yang dilakukan terhadap Susi Ferawati dan putranya di tengah car free day.
"‏Sungguh memalukan melihat perilaku intimidasi dan tidak beradab dari gerakan yang menamakan diri #2019GantiPresiden. Cara intimidasi dan pemaksaan kehendak seperti ini adalah warisan paling otentik dari rejim otoriter Orde Baru," tulis Haris dalam Twitter @sy_haris.
Haris menambahkan momen car free day adalah ruang publik bebas polusi bagi semua warga untuk saling menyapa, rekreasi, dan berolahraga tanpa memandang latar belakang politik dan SARA.
"Karena itu CFD harus bebas dari kegiatan politik partisan atas nama apapun," tulis dia.
Executive Director of Charta Politika Yunarto Wijaya juga mengecam tindakan intimidasi itu. Dia menganalisa kenapa sampai muncul tindakan itu.
"Ternyata yang takut sama kaos itu ya mereka, bahkan ketika itu dikenakan oleh seorang perempuanpun, kebiadaban itu muncul, kenapa? Ya takut kalah? Kenapa? Ya karena memang jagoannya belum pernah menang..." tulis @yunartowijaya.

Related Posts