http://www.buatid.com/rr59491

Breaking News

http://bdrqq.com/?ref=24jamonlin3 http://www.agenpoker123.org/ref.php?ref=SAPHIRA93 http://www.hoki228.com?ref=D5F0EB http://bit.ly/2rwY8mj http://pasaranqq.com/?ref=24jamonline1 http://www.bol228.com?ref=6737CB http://www.jrbola.com?ref=2ADEFF http://www.88duit.com/?ref=datuk12 https://goo.gl/BQpxch

Kisah Reinkarnasi Paling Menggemparkan, Bocah Ungkap Secara Rinci Identitas di Kehidupan Sebelumnya

24JamOnline.com - Shanti Devi, lahir di India pada 11 Desember 1926. Di usia 4 tahun, bocah kecil ini langsung mendapat perhatian luas lantaran ia mengaku sebagai reinkarnasi seseorang dimasa lalu.

Bahkan disebutkan bahwa hal ini memancing Mahatma Gandhi untuk membentuk komisi investigasi.

Salah satu laporannya diterbitkan tahun 1936, lewat sebuah buku berbahasa Hindi berjudul Punarjanma Ki Paryalochana karya Bal Chand Nahata.


Namun dalam laporan itu disebutkan bahwa tak ada bukti kuat Shanti Devi benar-benar reinkarnasi seseorang dimasa lalu.

Hasil laporan ini diperdebatkan, salah satunya oleh Indra Sen yang menerbitkan hasil investigasi selanjutnya pada 1952.

Laporan yang berasal dari hasil wawancara di tahun 1936 ini mengarah pada kesimpulan bahwa Shanti Devi benar-benar reinkarnasi.

Seorang penulis asal Swedia yang mengunjungi Devi juga mempublikasikan laporannya dalam sebuah buku berbahasa inggris yang terbit pada tahun 1998.

Dari buku tersebut diceritakan bagaimana asal mula dugaan reinkarnasi ini.

Diceritakan bahwa Shanti Devi mulai berbicara soal kehidupan sebelumnya, padahal saat itu ia berusia empat tahun.

Ia mengaku sebenarnya berasal dari Muttra, Mathura, Uttar Pradesh yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya di Delhi. Saat itu Ia bersikeras ingin kembali ke rumahnya dahulu.

Seiring dengan pengakuannya yang semakin terperinci, Shanti menyebut bahwa dirinya adalah Ludgi, Istri dari seorang pria bernama Kedernath.

Shanti bersikeras soal kehidupan sebelumnya ini. Bahkan ia tak menghiraukan saat kedua orangtuanya membantah semua yang diceritakan. Orangtua Shanti memintanya untuk melupakan itu dan fokus pada kehidupannya sekarang.

Pada suatu ketika, Shanti mengungkapkan dirinya meninggal dunia ketika melahirkan anak keempat. Dari sini memancing kedua orangtuanya untuk membuktikan cerita itu.

Mereka membawa Shanti ke dokter. Sang dokter pun dengan teliti mendengarkan kisahnya. Hingga muncul kesimpulan bahwa bocah kecil ini memiliki pengetahuan luar biasa terhadap obyek yang tak berhubungan dengan usianya.

Seorang warga pun ingin membuktikannya.

Ia mengirimkan surat kepada pria bernama Kedernath sebagaimana yang disebutkan oleh Shanti. Tak disangka-sangka, Kedernath membalas surat itu dan membenarkan bahwa ia merupakan suami dari seorang perempuan bernama Ludgi yang meninggal saat melahirkan.

Beberapa waktu kemudian seorang pria datang ke rumahnya. Shanti mengenalinya sebagai Kedernath, suaminya di kehidupan sebelumnya.

Kisah ini kian memancing perhatian hingga melibatkan pemerintahan setempat yang memfasilitasi untuk menyelidiki kisah tersebut.

Bocah Kecil ini pun kemudian dibawa ke Muttra, lokasi yang diakuinya sebagai rumahnya dahulu.

Shanti dipandu dan diuji untuk menyebutkan sejumlah hal dengan posisi mata ditutup. Mengejutkan dia mampu mengenali dimana lokasi rumahnya. Ia juga tak keliru ketika menyebut nama-nama orang terdekatnya, termasuk mengenali tiga anaknya, tapi bukan si bungsu yang dilahirkan saat Shanti meninggal.

Yang lebih mengejutkan lagi, Shanti bisa berinteraksi dengan warga setempat dengan menggunakan dialek bahasa warga lokal dengan benar.

Kisah Shanti Devi ini termasuk ke dalam salah satu kisah reinkarnasi paling menggemparkan.

Sture Lönnerstrand, seorang penyelidik asal Swedia yang awalnya bersikeras bahwa kisah ini hoax akhirnya ia menerbitkan buku berjudul

“I Have Lived Before: The True Story of the Reincarnation of Shanti Devi".

Laporan Komisi juga menyimpulkan bahwa Shanti Devi memang merupakan reinkarnasi dari Lugdi Devi.

Di kehidupan sebenarnya, Shanti Devi memilih untuk tidak menikah. Dia menceritakan kisahnya lagi pada akhir tahun 1950 dan mengulangnya pada tahun 1986 saat diwawancarai Ian Stevenson dan KS Rawat.

Dalam wawancara ini dia juga menceritakan pengalaman kematiannya saat Lugdi Devi meninggal.

K.S. Rawat melanjutkan penyelidikannya pada tahun 1987, dan wawancara terakhir hanya berlangsung empat hari sebelum kematiannya pada tanggal 27 Desember 1987.