iklan floating

Breaking News

http://www.indopoker.in/ http://103.10.200.61/home http://103.10.200.57/ http://www.agenpoker123.org/ref.php?ref=SAPHIRA93

5 Fakta Ngeri Port Moresby, Kota Paling Berbahaya di Dunia yang Masih Satu Daratan dengan Indonesia

24JamOnline.com - Sebagai tetangga satu daratan dengan Indonesia, liburan ke Port Moresby, Ibukota Papua New Guinea mungkin tidak pernah terpikirkan di benak siapapun.

Pasalnya, kota ini mendapat julukan sebagai kota paling berbahaya di dunia.


Bahkan, banyak warga yang tidak betah tinggal di kota ini karena merasa kurang aman.

Meskipun di sana ada resort mewah dan panorama alam yang indah, tapi sebaiknya pikirkan lebih matang sebelum memutuskan liburan ke kota ini.

Dirangkum TribunTravel dari uncoverdiscover.com, berikut beberapa fakta tentang Port Moresby yang dianggap kota paling tidak aman di dunia.

1. Pencurian, pemerkosaan, begal hingga pembunuhan adalah hal yang wajar


Dengan penduduk kurang lebih 350 ribu jiwa, kota ini masih mendapat peringkat lima besar kota berbahaya di dunia karena tingginya kriminalitas.

Kejahatan di kendaraan umum pun menjadi kasus yang terjadi hampir setiap hari sehingga warga dianjurkan tidak menggunakan transportasi umum.

Banyak gengster berkeliaran di mana-mana.

Dilansir dari tribunwow.com, Kip Koboni, Bomai, Mafia, dan 585, adalah beberapa kelompok raskol (begal) yang paling ditakuti di kota ini.

Tahun 2016 lalu, ada seorang WNi yang bekerja di Vanimo ditembak oleh sekelompok perampok saat berbelanja di mini market.

2. Satpam adalah pekerjaan paling disukai dengan gaji tinggi


Menjadi penjaga atau satpam di negara ini adalah pekerjaan yang banyak diidam-idamkan warga.
Setiap orang, khususnya warga kalangan menengah ke atas, wajib mempunyai penjaga yang siap menemani mereka ke mana saja supaya aman.

Tak heran, karena satpam banyak dibutuhkan dan berisiko tinggi, maka pekerjaan ini punya gaji yang cukup menjanjikan.

3. Hampir 60 persen warga Port Moresby adalah pengangguran


Sebagai negara multietnis, kebanyakan pendatang di Port Moresby bekerja di kawasan Bandara Internasional Jackson.
Sedangkan warga asli di negara ini, justru menjadi pengangguran.
Tingginya kriminalitas dipicu kesulitan ekonomi warga yang menjadi pengangguran.

4. Menikmati keindahan dari balik jendela


Saking banyaknya kejahatan yang terjadi di luar, banyak warga atau wisatawan tidak berani ke luar rumah.
Mereka hanya menghabiskan liburan atau waktu luang di dalam ruangan.

5. Pengamanan super ketat di hotel

Ketika memasuki hotel di Port Moresby, jangan kaget jika melihat ada pasukan pengaman dengan senjata lengkap.

Akan dilakukan pengecekan berulang-ulang di pintu masuk untuk menghindari penjahat yang menyusup sebagai tamu.