5 Alasan Mengapa Harus Mencukur Rambut Kemaluan! Jangan Salah, Begini Cara Melakukannya

shares

24JamOnline.com - Kemaluan merupakan satu diantara organ intimyang harus selalu dijaga kebersihannya.

Menjaga area intim agar tetap bersib menjadi satu diantara kewajiban, termasuk juga kebersihan rambut yang tumbuh di area tersebut.

Mencukur rambut kemaluan adalah salah satu anjuran dalam suatu agama.


Bahkan disarankan bahwa anjuran ini sebaiknya dilakukan secara rutin, yaitu setiap 40 hari sekali.
Anjuran ini berlaku bagi pria maupun wanita.

Dilansir klikdokter.com, sebagian orang mempertanyakan pentingnya praktik pencukuran ini.
Pasalnya, dikaitkan dengan kejadian luka dan infeksi setelah mencukur.

Selain itu, menghilangkan fungsi perlindungan alat kelamin dari debu/ kotoran lain, hingga adanya pendapat bahwa hal ini merepotkan dan tidak memberikan efek apapun.

Ternyata, dibalik latar belakang tuntunan agama, mencukur rambut kemaluan yang dilakukan dengan cara yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat dari sisi kesehatan.

1. Dengan mencukur rambut kemaluan, proses pembersihan produk kelenjar minyak/ keringat dapat dilakukan dengan sempurna.
Bila produk kelenjar ini tersisa di area rambut, maka menyebabkan area tersebut lembab dan bakteri mudah berkembang biak (menyebabkan gatal, bengkak, kemerahan, dll)

2. Memastikan rambut kemaluan tetap tipis akan mencegah bersarangnya tungau/ kutu kelamin (jenis Phthirus pubis).

3. Mencegah timbulnya bau tidak sedap karena partikel kotoran dan sel-sel kulit mati mudah dibersihkan.

4. Rambut kemaluan yang terlalu tebal akan mengganggu pembersihan organ kelamin karena menghalangi sampainya air pembasuh ke organ tersebut (misalnya pada saat mandi dan membasuh setelah berkemih bagi wanita).

5. Dari sisi seksual, rambut kemaluan yang dicukur akan memberikan penampilan yang rapi dan bersih sehingga mampu meningkatkan gairah untuk berhubungan seks.

Namun, masih ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat mencukur rambut pada kemaluan.

Hal yang penting untuk diperhatikan adalah pastikan kebersihan alat-alat yang digunakan untuk mencukur/ menggunting rambut kemaluan (paling baik pisau cukur sekali pakai).

Berhati-hati dalam melakukan proses pencukuran, bersihkan rambut dengan sabun selesai mencukur, serta gunakan antiseptik/ krim antibiotik bila terdapat luka.
Cukup banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dengan mencukur rambut kemaluan, disamping sekaligus menjalani anjuran agama bagi yang beragama Islam.

Tidak perlu ragu untuk mencukur rambut kemaluan. Kebersihan sebagian dari iman, kebersihan adalah kunci kesehatan. (*)

Pakar andrologi Prof Dr dr Nukman Moeloek, Sp And mengakui bulu kemaluan memang tidak selamanya harus dicukur. "Kalau mau cukur ya tinggal cukur, kalau tidak juga tidak apa-apa. Yang penting usahakan tetap bersih," kata Prof Nukman.

Selain karena faktor kebersihan, banyak pria yang mengaku menyukai alat kelamin wanita tanpa bulu karena terlihat lebih seksi. Benarkah demikian?

"Itu sih tergantung persepsi tiap orang. Ada yang suka seperti itu ada juga yang tidak mempermasalahkannya," tutur Prof Nukman.
Menurut Guru Besar Andrologi dan Biologi Kedokteran Universitas Indonesia itu, umumnya pertumbuhan rambut akan terhenti setelah 2 bulan. Jadi rambut kemaluan yang sudah panjang tidak akan bertambah panjang terus meski tidak dicukur.

Namun, rambut kemaluan yang tidak dicukur memang berisiko sebagai tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik.

Tapi jika dibersihkan dengan benar, bakteri tidak akan berkembang di sana. "Seperti rambut saja, walaupun panjang tapi kalau bersih, ya nggak masalah." katanya.

Cara mencukur bulu kemaluan wanita yang baik dan benar bisa anda simak di bawah ini. Karena sebenarnya Rasululloh SAW telah memberikan contoh mencukur bulu kemaluan kita.

Hukum mencukur rambut (ada juga yg menyebut jembut) kemaluan adalah sunnah. Hal ini berdasarkan
hadits Nabi SAW berikut:
"Lima hal yang termasuk sunnah fitrah: Mencukur bulu kemaluan, berkhitan, memendekkan kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku." (HR Jama'ah)

"Agar kesemuanya itu tidak melebihi 40 malam." (HR Ahmad, Abu Daud, dll)

Cara lain, selain mencukur, adalah mencabut, menggunting, atau cara lain (jika ada). Perbuatan ini (mencukur bulu kemaluan) hendaknya dilakukan oleh diri sendiri, atau oleh istrinya.

Jika selain istri kita, maka hukumnya TIDAK BOLEH (beberapa ulama menyatakan HARAM), 
dikarenakan kemaluan merupakan salah satu aurat yang mesti dijaga dari orang-orang yg tidak berhak.

Bagaimana cara mencukur rambut kemaluan wanita dilakukan? Jawabnya adalah kamu para wanita bisa melakukan pencukuran bulu kemaluan dengan cara sebagai berikut ini:

1. Kalau mau menggundul habis, gunakan alat cukur dengan dua mata pisau dan dilengkapi dengan sabun.

2. Gunakan mata pisau cukur yang baru setiap kali mencukur.

3. Lakukan bertahap dari atas ke bawah. Gunakan gunting yang bersih dan tajam. Gunting yang tumpul akan membuat rambut kemaluan terjepit dan terbetot oleh gunting. Sakitnya, yah, lumayanlah

4. Kalau mau menggundul habis, gunakan alat cukur dengan dua mata pisau dan dilengkapi dengan sabun.

5. Jika mencukur dengan alat cukur listrik, yakinkan mata pisaunya tidak tumpul. Biar rambut kemaluan tidak kebetot.

6. Pegang kulit dengan satu tangan, dan cukur dengan tangan lainnya. Cara ini untuk merentangkan kulit yang berkekuk-lekuk di dekat labia dan klitoris.

7. Jika mencukur dengan alat cukur listrik, yakinkan mata pisaunya tidak tumpul. Biar rambut kemaluan tidak kebetot.

8. Bagian yang dicukur bersihkan dengan air, bagian yang dicukur lalu keringkan dengan handuk. Pastikan tidak ada potongan rambut yang masuk ke vagina.

9. Sebelum mencukur, rendam dulu area vagina Anda dengan air hangat agar kulit lebih lembut dan memudahkan proses pencukuran. Anda bisa melakukannya di bath tub atau menyiramnya dengan shower saat mandi, minimal 5 menit.
Posisi

Ada beberapa posisi duduk yang bisa memudahkan Anda mencukur rambut di area sensitif. Anda bisa Duduk di kursi pendek dengan kaki melebar, sehingga posisi lutut ada di atas pinggang.
vagina

Anda juga bisa duduk di pinggiran bathtub dengan satu kaki di pinggir bath tub dan kaki yang lain di dalam bak. Cara lainnya, Anda bisa tiduran dalam bath tub, angkat kedua kaki dan sandarkan kaki di pinggiran bath tub.

Aplikasikan busa atau gel yang banyak pada area Miss V yang mau dicukur dan diamkan beberapa menit, baru lakukan pencukuran.

Jangan sekali-kali mencukur dalam keadaan kulit kering karena bisa menyebabkan lecet dan iritasi. Bila kulit Anda sensitif, balurkan dulu dengan es batu yang dibungkus kain sebagai anestesi (penghilang rasa sakit).

Mulailah mencukur sesuai arah tumbuh rambut di vagina. Hal ini untuk mencegah in-grown hair, atau rambut yang tumbuh di bawah permukaan kulit.

Tidak disarankan untuk mencukur saat Anda sedang menstruasi karena area Miss V jadi lebih sensitif.

Setelah mencukur, jangan kenakan pakaian dalam terlalu ketat karena bisa menghambat sirkulasi udara yang mengakibatkan in-grown hair. Kenakanlah pakaian dalam yang agak longgar dan terbuat dari katun.

Jika area Miss V terasa gatal, redakan dengan es batu. Jangan lupa juga melembabkan kulit dengan krim yang punya efek menyegarkan dan mendinginkan.

Meski terlihat sederhana, ternyata ada aturan dalam mencukur rambut kemaluan wanita.

Hal ini tentu demi tujuan mencukur, yaitu agar rambut di daerah bikini line(daerah di sekitar vagina dan bokong) tak mengganggu aktivitas sekaligus memperindah penampilannya.

Oleh karena itu, berikut ini akan dipaparkan 5 aturan dalam mencukur rambut kemaluan wanita:

1. Pilih pencukur yang tepat
Penting untuk memilih pencukur rambut yang bersih dan juga tajam.

Dr. Heidi Waldrof, dari Mount Sinai Hopital di New York mengatakan bahwa pencukur yang tumpul membuat kulit menjadi lecet, meninggalkan bekas, dan juga menyebarkan bakteri.

Jenis pencukur yang direkomendasikan adalah yang memiliki dua mata pisau dengan gerakan fleksibel.

2. Perhatikan waktu mencukur
Waktu mencukur paling direkomendasikan adalah setelah mandi. Sebab, saat itu kulit dan rambut dalam masa paling lembut.

Dr. Ava Shamban dari UCLA juga menganjurkan agar menggunakan air hangat untuk membuka kantung rambut jadi lebih muda dicukur.

3. Gunakan kondisioner
Untuk mencegah iritasi kulit dan rambut yang terjebak dalam kulit, Dr. Waldrof menyarankan, penggunaan sabun mandi selama 20 detik. Lalu, bilas dan gunakan konditioner rambut biasa untuk melembutkan rambut di area vagina.

Tujuannya untuk memudahkan proses cukur agar tak kesat.

4. Gunting dahulu
Jika memang rambut di area V terlalu panjang, pastikan untuk mengguntingnya terlebih dahulu agar memudahkan proses cukur.

5. Pilih arah cukur
Dr Waldrof menyarankan, Anda yang ingin hasil cukur lebih halus, cobalah untuk mencukur melawan arah pertumbuhan rambut.

Namun, jika rambut Anda sensitif, maka Anda harus mencukur sesuai arah pertumbuhan rambut.

6. Selesai cukur
Selesai mencukur, Anda dapat mengaplikasikan losion pelembab yang bebas pewangi. Busana yang longgar juga dianjurkan untuk menghindari iritasi. Jika terjadi iritasi gunakan krim hydrocortisone satu persen demi melembutkan kulit.

Related Posts