Hindari Dehidrasi Saat Menyusui - 24 Jam Online

Breaking


https://goo.gl/C8KxDj
http://areabola.co/
https://goo.gl/HmxSC2
http://misiqq.com/?ref=24JamOL
http://www.maincapsa.com/
http://www.taruhan188.com/
http://www.goo4d.com/

Post Top Ad


http://pokerklik188.com/ http://abgqq..net/?ref=945749z http://dominobetqq.com/

Post Top Ad

musimqq menangqq http://www.maincapsa.com/ http://www.semiqq.net/ http://www.bla168.com/?ref=2DB122

Saturday, February 4, 2017

Hindari Dehidrasi Saat Menyusui

Wanita sangat rentan mengalami dehidrasi, terutama saat menyusui. Memperbanyak mengonsumsi air putih serta buah - buahan yang kaya mineral dapat meminimalisir terjadinya kekurangan cairan tubuh.

Pemberian ASI (air susu ibu) merupakan hak seorang bayi yang di lahirkan. Terlebih ASI eksklusif selama enam bulan yang dilanjutkan hingga usia dua tahun. Namun, pemberian ASI ternyata mampu memicu terjadinya dehidrasi. Sehingga, dibutuhkan teknik dan perilaku agar kondisi ibu dan bayi sama - sama sehat.

Menurut ahli gizi Rumah Sakit Graha Amerta Dr Soetomo Surabaya, kebutuhan kalori wanita yang sedang menyusui lebih dari wanita biasa. Karena untuk memproduksi ASI, dibutuhkan 880 kkal. Itu di luar kalori yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas lainnya. "Biasanya ditambahkan 500-1000 kalori dari kondisi biasa agar ibu dapat memproduksi ASI dan beraktivitas secara normal," Jelas Eko Dwi Martini, DCN

Ilustrasi

MENGURANGI ASI

Tetapi, kebutuhan kalori tersebut terus bertambah ketika usia bayi bertambah. "Kebutuhan ASI makin bertambah seiring bertambahnya usia bayi sehingga asupan gizi sang ibu pun harus ditambahkan," ujarnya.

Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, maka kualitas air susu yang diproduksi menurun dan kondisi ibu pun tidak fit. Selain itu, jika cairan yang dikonsumsi kurang, maka dapat menimbulkan terjadinya dehidrasi. Mengingat 70% dari berat tubuh kita adalah cairan. Sehingga, jika kurang 1% saja dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Menurut Eko, jika seorang ibu mengalami dehidrasi, maka dapat berimbas pada kualitas dan kuantitas air susu. ASI menjadi lebih sedikit dan kurang berkualitas, sehingga jika berlangsung terus - menerus dapat berakibat pada status gizi bayi. "Karena ASI-nya kurang, berat badan bayi ikut berkurang serta pertumbuhannya terhambat," jelasnya

TURUNKAN STAMINA

Kekurangan cairan alami tubuh atau biasa disebut dehidrasi bisa menyebabkan penurunan stamina, konsentrasi, bahkan bisa berakibat fatal. Dibandingkan dengan pria, ternyata wanita lebih rentan terhadap dampak negatif dehidrasi, terutama pada penurunan kemampuan kognitif dan mood.

Penelitian terakhir yang di lakukan Lawrence E Amstrong, pakar hidrasi dunia dan Harris R Lieberman, pakar neuro kognisi, menyebutkan, dehidrasi sebesar 1,5 persen pada pria akan menyebabkan turunnya konsentrasi dan daya ingat, kelelahan, dan ketegangan. Sementara pada wanita, efek negatif itu sudah dirasakan ketika terjadi dehidrasi 1,3 persen.

2 LITER

Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu. Jika pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat. Perkembangan kulit membaik dan kebiasaan maka yang memuaskan.

"Sebenarnya tidak harus ketat dalam memilih makanan, tetapi makanan yang dikonsumsi harus mampu menunjang produksi ASI, sehingga memenuhi kebutuhan bayi," jelas ibu dua anak ini.

Untuk mengantisipasi terjadinya dehidrasi saat menyusui, si ibu harus mampu memenuhi kebutuhan cairan dan tubuh. Sehari harus mampu mengonsumsi minimal dua liter cairan.

"Ini bisa dari susu, air minum seperti air putih, teh, air kacang hijau, sari buah atau jus," ujar Eko.

Selain dari yang disebutkan tadi, cairan yang bisa berasal dari kuah sayuran atau makanan. "Apapun yang berbentuk cair dapat menjadikan sumber cairan dalam tubuh, tidak harus melulu air putih," terangnya.