Tidak Mampu Bayar Uang Administrasi, Orang Tua Ini Harus Rela Bayinya Disandera RS - 24 Jam Online

Breaking


https://goo.gl/C8KxDj
http://areabola.co/
https://goo.gl/HmxSC2
http://misiqq.com/?ref=24JamOL
http://www.maincapsa.com/
http://www.taruhan188.com/
http://www.goo4d.com/

Post Top Ad


http://pokerklik188.com/ http://abgqq..net/?ref=945749z http://dominobetqq.com/

Post Top Ad

musimqq menangqq http://www.maincapsa.com/ http://www.semiqq.net/ http://www.bla168.com/?ref=2DB122

Wednesday, December 14, 2016

Tidak Mampu Bayar Uang Administrasi, Orang Tua Ini Harus Rela Bayinya Disandera RS

Jenazah bayi Debriana Nubatonis yang baru saja berusia dua bulan, ditahan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Lantaran kedua orang tua itu tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya perawatan anaknya.

Kedua orang tua anak itu, Lexi Nubatonis dan Agustina Kause mengucapkan, anak mereka sudah meninggal pada Selasa 13/12/2016 malam pada waktu pukul 20.00 WITA, Usai menjalani perawatan medis di rumah sakit itu selama 3 hari.

Debriana Nubatonis Balita Yang Di Sandera RS Karena Orang Tua Tak Mampu Bayar Biaya Perawatan Sepenuhnya ( Foto @Jefry Unbanunaek )

"Anak kami masuk ke RS lantaran mengalami sesan nafas, pada hari minggu 11/12/2016 dan kemudian ia dirawat di RS selama dua hari di ruangan ICU, dan kemudian di pindah ke ruangan perawatan anak, hingga pada akhirnya meninggal tadi malam. Biaya perawatan yang harus ditanggung sebesar Rp. 671.913,- akan tetapi pasangan itu hanya memiliki uang sebesar Rp. 300.000,- kemudian petugas pun akhirnya menahan jenazah anak kami," Ucap Lexi Nubatonis seperti dilansir dari Kompas.com pada Rabo 14/12/2016

Menurut dirinya, keluarga terpaksa harus mau membayar biaya perawatan anaknya itu kepada pihak RS karena mereka tidak memiliki kartu BPJS.

"Saya sudah meminta kepada petugas supaya diberikan keringanan akan tetapi masih tetap saja petugas menahan jenazah anak kami. Bahkan saya sudah menyodorkan KTP asli dan juga sejumlah kartu identitas yang lain untuk jaminan, akan tetapi tetap saja petugas masih tidak mau dan terpaksa kami meminjam bantuan kepada warga lainnya," ucap Lexi Nubatonis

Lexi mengaku bahwa pada akhirnya jenazah anaknya bisa dikeluarkan dari RS pada waktu 02.30 WITA, usai salah seorang Anggota DPRD Provinsi NTT Jefry Unbanunaek yang mendapatkan pengaduan dari pihak keluarga Lexi, dan kemudian datang ke RS untuk melunasi semua biaya perawatan itu.

Selain jenazah anaknya ditahan, Lexi pun dibuat kecewa karena selama dirawat, bayi Debriana itu tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Terlebih obat - obatan pun harus dibeli sendiri dan tidak disediakan oleh pihak RS.

Sementara itu Jefry Unbanunaek mengaku jika pihaknya membayar semua biaya administrasi usai mendapatkan pengaduan dari keluarga bocah Debriana.

"Tadi malam saya sedang duduk bersama dengan teman - teman, lalu datang keluarga Bapa Lexi yang memberikan informasi jika pihak rumah sakit menahan mayat bayi itu di RS, saya pun datang dan mengurus semuanya sampai akhirnya Jenazahnya bisa dikeluarkan," ucapnya.

Usai dikeluarkan, lanjut Jefry, ia juga memfasilitasi kendaraan untuk keluarga Lexi menuju rumah duka di Desa Oebaki, Kecamatan Noebeba, Kabupaten TTS.

Jefry merasa kecewa dan menganggap bahwa pelayanan di RSUD Soe tidak mengedepankan rasa kemanusiaan.

Sementara pihak RSUD Soe sendiri masih belum bisa dihubungi. Ria Tahun selaku Direktur RSUE Soe masih tidak bisa di hubungi kala coba di kontak melalui telepon selulernya.