Sisi Negatif Dari Berpikir Positif - 24 Jam Online

Breaking


http://misiqq.com/?ref=24JamOL
http://www.maincapsa.com/
http://www.taruhan188.com/
http://www.goo4d.com/

Post Top Ad


http://pokerklik188.com/ http://abgqq..net/?ref=945749z http://dominobetqq.com/

Post Top Ad

http://www.maincapsa.com/ http://www.semiqq.net/ http://www.bla168.com/?ref=2DB122

Friday, December 30, 2016

Sisi Negatif Dari Berpikir Positif

Jika Anda percaya pada berpikir positif, Anda tidak sendiri. Banyak yang percaya, menguatkan kepercayaan, memfokuskan pikiran, dam memvisualisasikan hasil yang positif, kita bisa menciptakan segala sesuatu yang kita inginkan, termasuk kesehatan yang baik. Berpikir positif memang banyak manfaat, tapi di sisi lain, juga ada kelemahannya. Lori Hope membahas sisi negatif tersebut secara menarik.

Penulis buku terlaris Barbara Ehrenrich bukan hanya membantahnya, tapi juga menganggapnya berbahaya. Dalam bukunya, Bright Sided : How to Relentless Pursuit of Positive Thinking has Undermined America, Ehrenrich mengatakan, menyuruh orang lain berpikir secara positif sama seperti memberitahu seseorang, Anda tak ingin mendengar keluhannya.


"Gagal berpikir secara positif bisa membebani pasien kanker seperti penyakit kedua," tulis Ehrenreich yang didiagnosa dengan kanker payudara di tahun 2015, Ehrenreich tidak menentang berpikir positif, tapi menekankan berpikir realistis, melihat sesuatu seperti apa adanya. Berpikir rasional. Melihat sesuatu seperti apa adanya bisa membantu, membesarkan hati, dan bahkan menyembuhkan.

REALISTIS BERARTI BOLEH MENANGIS

Menangis itu sehat. Studi - studi menunjukkan, air mata emosional melepaskan zat kimia berbahaya yang menimbun di dalam badan karena stres. Selain itu, menangis dapat menstimulir pelepasan endrophins, penawar sakit alamiah yang meningkatkan semangat. Jika seseorang menyuruh kita berpikir positif, kita cenderung menahan tangis dan bukan hanya merampas pelepasan yang kita perlukan, tapi juga hiburan yang pantas kita dapatkan.

REALISTIS MEMBUKA PINTU PENYEMBUHAN

Ehrenreich menulis dalam Bright Sided, gerakan berpikir positif digunakan untuk mendiamkan orang yang berhak untuk memprotes, terutama di tempat kerja. Di lingkungan mana pun, manusia perlu menyuarakan perasaan - perasaan mereka, didengarkan, dan dimengerti. Psikiater Jimmie Holland berkata, "Kita ingin orang - orang berkata ketika mereka depresi dan merasa tidak senang. Kalau tidak, kita tak bisa membantu mereka." Selain itu, dukungan sosial menunjukkan memperbaiki kesehatan, meningkatkan kebahagiaan dan bahkan memperpanjang hidup.

REALISTIS BERARTI BEBAS MENGUNGKAPKAN EMOSI

Freud percaya, kemarahan yang dipendam atau ditahan bisa berubah menjadi depresi. Studi - studi mengaitkan menekan permusuhan dengan perilaku menghancurkan diri sendiri seperti konsumsi alkohol, termasuk masalah kardiovaskular. Jauh lebih baik mengeluarkan unek - unek dan menyalurkan kemarahan untuk membuka jalan masuk bagi pemaafan.

BERPIKIR REALISTIS MEMBUAT KITA MENINGGALKAN PIKIRAN SETENGAH PENUH, SETENGAH KOSONG

Cemas dengan apakah gelas Anda setengah penuh atau setengah kosong bisa menyebabkan stres, ansietas (sangat cemas), menyalahkan diri sendiri, atau menipu diri sendiri. Penganut Buddhisme mengatakan, gelas tidak setengah penuh, juga tidak setengah kosong. Hanya gelas yang berisi air. Melepaskan diri dari pemikiran bahwa berpikir positif bisa membuat segala sesuatu baik, membebaskan dan menguatkan Anda.

Nah, Itulah mengenai Sisi Negatif Dari Berpikir Positif jika postingan ini bermanfaat jangan lupa di sharenya.