Salut !, Siswa Berani Hadapi Banjir Besar Demi Untuk Tetap Bersekolah - 24 Jam Online

Breaking


http://gebyarliga.net/

Post Top Ad

http://vivobetting.org/ http://neotangkas.com/ http://domino168.com/?ref=dmn103 http://arenacash88.com/

Post Top Ad

http://pokerqq13.com/?ref=91450912

http://abgqq.org/?ref=90290812 http://www.semiqq.net/

Monday, December 12, 2016

Salut !, Siswa Berani Hadapi Banjir Besar Demi Untuk Tetap Bersekolah

Jembatan kayu yang menghubungkan antara Desa Depok Kecamatan Panggul Trenggalek dengan Desa Gedangan Kecamatan Nyrayun Kabupaten Ponorogo terputus secara total.

Terputusnya jembatan tersebut mengakibatkan terjangan arus sungai yang merupakan perbatasan wilayah Trenggalek-Ponorogo pun akhirnya cukup sulit untuk dilewati.

Jembatan yang dibangun dengan memanfaatkan biaya seadanya dari swadaya masyarakat tidak bisa lagi dipergunakan, karena nyaris dari separuh jembatan itu sudah hilang terbawa arus.

Perjuangan Siswi Trenggalek Untuk Tetap Bersekolah ( Foto @Pojokpitu/JPG )

Kejadian ini berimbas pada aktivitas Masyarakat, dan salah satu yang mendapatkan dampak adalah di sektor pendidikan.

Siswa yang akan berangkat ke sekolah diseberang sungai mereka harus rela mempertaruhkan nyawa untuk terus bisa mengikuti pelajaran di sekolah.

Untuk menyeberang mereka harus mengenakan rakit kecil yang dibuat oleh Masyarakat dengan standar keamanan yang tentu saja tidak menjamin penumpangnya 100% aman.

Mereka mengaku tidak memiliki banyak pilihan, selain memanfaatkan rakit kecil itu lantaran jembatan yang biasa mereka gunakan sehari - hari, kini tidak bisa dipergunakan lagi.

Selain itu, para pelajar ini juga harus melewati jalan setapak yang jaraknya cukup jauh untuk bisa mencapai sekolah mereka.

Kala banjir datang, para pelajar mengaku tidak bisa memaksakan untuk masuk sekolah, karena takut rakit yang digunakan untuk hanyut dalam banjir.

Usai mengenakan rakit kecil itu para siswa harus berjuang menghadapi jalan setapak yang bisa dibilang cukup membahayakan untuk mencapai sekolah mereka.

Pemerintah Desa Depok menjelaskan, jembatan ini tidak hanya mengganggu proses pendidikan, akan tetapi juga melumpuhkan proses ekonomi.

"Kebanyakan dari warga yang ada di Desa Gedangan Ponorogo, banyak memiliki aktivitas ekonomi di Kecamatan Panggul Trenggalek," ujar Samsul Kepada Dusun Pegat.

Warga dari dua desa pada Dua Kabupaten ini sangat berharap supaya pemerintah bisa membangun kembali jembatan baru untuk mereka dengan kondisi yang baik dan aman. Mengingat jembatan ini merupakan akses satu - satunya yang dimiliki dan merupakan poros ekonomi antara kedua desa itu.

Post Top Ad

http://www.id-13.com/?ref=957768009