Kasihan Anak 10 Bulan Ikut Di Penjara Bersama Ibunya Di Lapas - 24 Jam Online

Breaking


https://goo.gl/C8KxDj
http://areabola.co/
https://goo.gl/HmxSC2
http://misiqq.com/?ref=24JamOL
http://www.maincapsa.com/
http://www.taruhan188.com/
http://www.goo4d.com/

Post Top Ad


http://pokerklik188.com/ http://abgqq..net/?ref=945749z http://dominobetqq.com/

Post Top Ad

musimqq menangqq http://www.maincapsa.com/ http://www.semiqq.net/ http://www.bla168.com/?ref=2DB122

Friday, December 30, 2016

Kasihan Anak 10 Bulan Ikut Di Penjara Bersama Ibunya Di Lapas

Karena Himpitan Ekonomi Rakyat miskin pun lantas nekat menjual emas temannya sendiri demi untuk bayar tempat tinggalnya, Rismaya akhirnya dipenjara tanpa adanya belas kasihan bersama dengan anaknya yang masih bayi berusia 10 bulan, Koruptor mencuri uang rakyat mendapatkan perlindungan dan masih bisa tersenyum di hadapan kamera sambil melambai - lambaikan tangan, mereka bebas keluar masuk dan hukum pun seperti dibuat bungkam oleh PARA KORUPTOR..!

Rismaya (35) mengaku dirinya nekad menjual emas temannya itu lantaran himpitan ekonomi. Akibat ulahnya itu akhirnya ia harus bertanggung jawab dan kini ia ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl. Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan.


"Emas itu saya ambil dan kemudian saya jual lantaran saya terdesak dan harganya 3,1 Juta Rupiah," ucap Rismaya


Waris selaku pemilik emas yang dijual oleh Rismaya, merupakan orang yang sudah memberikan tempat penampungan sementara berupa rumah kepada Rismaya selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian Utara.

"Hal itu karena saya benar - benar terdesak karena Waris memeras saya dan meminta uang kepad asaya yang sudah tinggal di rumahnya," cerita Rismaya


Miris Bayi Rismaya bernama Muh Amin yang masih 10 bulan itu pun ikut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan juga betapa tidak menyenangkannya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan juga hak asuh.

Ayah Muh Amin, Sutejo juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan untuk kakek dan juga nenek Muh Amin sendiri sudah meninggal dunia.

Betapa malang nasibnya Mu Amin. Andai saja ia tidak ikut dengan ibunya ke penjhara, kemana di aharus berteduh dan juga menyusu ? Tempat tinggal orang tuanya saja saat ini masih numpang alias ngontrak.

"Anak saya juga bersama saya di lapas lantaran tidak ada yang jagain di rumah dan ia sendiri masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas supaya anak saya ini tetap masih bisa menyusui, beruntung di izinkan." ucap Maya

Saat kawan - kawan menghampiri ruang tahanan Maya, Muh Amin yang masih sangat kecil sempat melototi kami. Sesekali dia berdiri sambil mengangkat kedua tangannya memegang jeruji besi penjara.


Saat Muh Amin merasa kehausan, Rismaya memberikan anaknya teh botol, dan kala anaknya meminta makan, Rismaya memberikan kerupuk. Terlihat juga ada tiga popok bayi dan juga tisu kering yang berserakan di tempat duduk di lapas mereka.

Tidak terlihat barang yang bernilai lebih, teh dan juga kerupuk merupakan menu spesial untuk Amin sebagai penjanggal air susu Rismaya yang sedang kosong. Sudah empat bulan Rismaya dan Muh Amin mendekam di penjara.

Muh Amin sudah merasakan dinginya penjara sejak usia enam bulan. Di penjaralah Amin belajar makan dan menyusui.

Buat sobat yang mempunyai rezeki lebih dan ingin membantu bisa menyalurkan bantuannya ke tangan Si Amin dan juga Ibunya dengan mendatangi langsung ke Lapas Kelas IIA Watampone, JL. Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan.