Teroris Poso Menurut Polisi Masih Miliki Sumber Logistik - 24 Jam Online

Breaking


http://gebyarliga.net/

Post Top Ad

http://vivobetting.org/ http://neotangkas.com/ http://domino168.com/?ref=dmn103 http://arenacash88.com/

Post Top Ad

http://pokerqq13.com/?ref=91450912

http://abgqq.org/?ref=90290812 http://www.semiqq.net/

Monday, June 6, 2016

Teroris Poso Menurut Polisi Masih Miliki Sumber Logistik

Meski pihak kepolisian sudah memutus jalur logistik teroris Mujahidin Indonesia Timur yang ada di Poso, Sulawesi Tengah, kelompok sipil bersenjata itu masih tetap bisa bertahan. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengucapkan bahwa lembaganya menduga jika kelompok yang dipimpin oleh Santoso itu masih mendapatkan sumber logistik lain.

"Mereka tentunya mencari jalur logistik lain dengan jalur - jalur yang lain, melalui desa - desa lain," Ucap Boy di Markas Besar Polri, Jakarta pada senin 06/06/2016

Tanpa merinci, Boy mengucapkan adanya banyak jalur untuk menuju Tamanjeka dan juga Gunung Biru, dimana tempat anggota kelompok tersebut bersembunyi. "Biasanya dari kampung - kampung lain, atau dari jalan - jalan yang belum tersentuh oleh petugas," ujarnya.

Ilustrasi ( Foto @mojok.co )

Boy menuturkan adanya operasi Tinombala yang ditujukan untuk mengejar kelompok pimpinan Santoso untuk terus dilakukan meski sudah memasuki Bulan Ramadan. Menurutnya, menjamin keberlangsungan ibadah puasa merupakan salah satu tujuan adanya operasi itu yang dimulai sejak awal tahun 2016.

Operasi Tinombala merupakan operasi kelanjutan dari Operasi Camar Maleo yang gagal mendapatkan Santoso, Sepanjang tahun 2015 kemarin. "Operasi ini menangkap dan meniadakan gangguan yang berkaitan dengan teror. Makanya operasi ini dilakukan." ucap Boy

Santoso yang diyakini bertanggungjawab atas serangkaian teror dalam satu dekade belakangan ini juga disebutkan polisi sudah berafiliasi kepada kelompok ISIS atau Negara Islam Irak dan juga Suriah.

Yang membuktikan adanya keterkaitannya dengan hal itu adalah video ancaman Santoso yang ditujukan ke Istana Negara dengan latar belakang bendera hitam yang merupakan warga dan bendera khas ISIS.

Video yang diunggal dengan melalui akun Facebook bernama Bahrun Naim Anggih Tamtomo itu di akhir tahun lalu diyakini pihak Polri berada di Suriah, dan menjadi petinggi ISIS yang mengepalai serangan teror yang ada di Thamrin, pada Januari kemarin.

Post Top Ad

http://www.id-13.com/?ref=957768009