ICMI Mau Blokir Situs Google Dan Youtube ? Bagaimana Nasib Indonesia ! - 24 Jam Online

Breaking


http://gebyarliga.net/

Post Top Ad

http://vivobetting.org/ http://neotangkas.com/ http://domino168.com/?ref=dmn103 http://arenacash88.com/

Post Top Ad

http://pokerqq13.com/?ref=91450912

http://abgqq.org/?ref=90290812 http://www.semiqq.net/

Wednesday, June 8, 2016

ICMI Mau Blokir Situs Google Dan Youtube ? Bagaimana Nasib Indonesia !

Sejumlah pengguna aktif Blogger dan juga Youtube sepakat dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menolak tegas adanya desakan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang berniat untuk memblokir Google dan juga Youtube lantaran dianggap menyebarkan Kekerasan dan juga Pornografi.

"Menurut aku (Pemblokiran) itu tidaklah bijak dan terkesan lucu, Lantaran di samping ada yang berunsur Negatif di Youtube dan juga Google, tetapi sebenarnya jika dilihat lebih banyak hal positifnya. Karena banyak sekali orang yang berhasil go-internasional lantaran situs - situs tersebut," Ungkap Beauty Video-blogger (Vlogger) Lizzie Parra, yang saat ini sudah memiliki 40.000 subscribers di channel Youtube-nya.

Ilustrasi ( Foto @getty images )

Sementara, filmmaker muda Diego Batara Mahameru, yang juga kerap mengupload film pendeknya melalui Channel Youtubenya menyebutkan bahwa permintaan ICMI itu sangatlah "dangkal" lantaran "Mereka (ICMI) tidak melihat banyak sekali adanya kegiatan ekonomi yang dilakukan orang - orang yang menggantungkan urusan mencari uang dalam kehidupannya pada YouTube dan juga Google."

Berdasarkan hasil dari laporan di berbagai situs teknologi, bahwa seorang bintang "YouTube" lokal yang sudah cukup dikenal bisa berpenghasilan di atas Rp. 40 Juta setiap bulannya melalui Iklan.

Vlogger ternama Lizzie Parra : "Dari hasil unggahan videonya di YouTube ia bisa menghasilkan Uang sebanyak Rp. 60 Juta Perbulan Yang didapatkan dari Iklan

Adapun seorang blogger yang aktif dalam situs Kompasiana bernama Airf Lukman Hakim menyatakan, "Jika memang ada konten yang melanggar, itu bisa diatasi atau disortir, akan tetapi bukan dengan cara memblokir YouTubr dan juga Google caranya. "Kan banyak anak sekolah yang masih membutuhkan akses google dan juga mendapatkan banyak tutorial dari Youtube untuk materi pelajaran mereka."

Sebelumnya dalam keterangan pers hari Selasa 07/06/2016, Bahwa ICMI melalui Sekjen-nya Jafar Hafsah, Merekomendasikan dan juga mendesak Pemerintah supaya mempertimbangkan untuk melakukan penutupan YouTubr dan juga Google agar tak bisa diakses di Indonesia.

"Situs ini sudah benar - benar bebas memberikan konten - konten pornografi dan juga sebuah kekerasan tanpa adanya kontrol sedikit pun, Google dan juga YouTube sudah memberikan banyak dampak Negatif untuk Indonesia, Jika saja dua itu tidak dapat mengontrol situs-situs yang mereka unggah untuk Masyarakat atau penggunanya," Ungkap Jafar

Arif Lukman Hakim menilai jika permintaan yang di ajukan oleh ICMI berpikir dengan sangat singkat.

"Saya kira perlu untuk dipertanyakan ini cendekiawan yang mana. Kalau seumpamanya cendekiawan, kan berpikirnya dirasa akan panjang dan juga komprehensif. Saya akan sangat mengejutkan jika memang ini pernyataan beneran dari ICMI yang benar - benar memintanya."

Secara terpisah, Jason Tedjasukmana Kepala Komunikasi Google di Indonesia belum mau memberikan tanggapannya mengenai hal itu, seperti di beritakan oleh BBC Indonesia pada pukul 16.30 WIB pada hari Rabo 08/06/2016.

TIDAK KALAH JIKA DIBANDINGKAN RADIKALISME

Akan tetapi pada hari Rabo 08/06/2016 Pemerintah Indonesia dengan melalui Kominfo sudah memberikan penolakan tegas atas permintaan yang diajukan oleh ICMI tersebut.

"Indonesia merupakan negara Demokrasi dan dengan kebijakan open Sky Policy. Kita tidak akan mungkin bisa memblokir Google dan juga YouTube, lantaran hal itu menyangkut kebebasan pers juga... Kalau di Negara Cina memang dibenarkan adanya Undang - Undang ( untuk memblokir ), lantaran disana memang bukan negara demokrasi," Ucap Humas Kominfo Ismail Cawidu

Wakil Ketua Umum ICMI, Muhammad Nuh menyatakan bahwa "esensinya, bukan merupakan situs Google atau YouTube nya yang di blokir melainkan konten - konten negatif yang ada di dalamnya"

"Ibarat kan kedua situs itu supermarket. Dia berjualan apa saja, Bagi kita kalau ada counter - counter yang menjual barang yang merusak tentunya counter - counter itu akan segera ditutup bukan terus supermarketnya." Katanya

Wakil Ketua Umum ICMI, Usai Ditolak Olah Presiden Atas Ajuan Blokir Youtube dan Google Berdalih Kontennya Yang Di Hapuskan Bukan Situsnya

Eks Menkominfo tahun 2007 - 2009 di masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengklaim bahwa Pornografi dan juga hal kekerasan itu tidak kalah merusaknya dengan sebuah radikalisme.

Akan tetapi sudah ditegaskan oleh M. Nuh yang tidak sejalan dengan Jafar Hafsah dalam "Memblokir Google dan Youtube," Nuh Membantah hal tersebut.

"Iya, Ekstrimnya ya bisa begitu ( tetap memblokir Google dan Youtube ) lantaran daripada bisa merusak ya nggah usah aja sekali ditutup. Tapi semangatnya itu ya, yang konten negatifnya saja yang ditutup. Kalau masih ada positifnya, Kenapa harus dilarang. Kalau YouTube dan juga Google tidak mau, perlu kita pertanyakan lagi hal itu."

Seperti Diketahui Jika Youtube dan Juga Google Sudah Menjadi Situs Yang Setiap Hari Di Bula Oleh Penggunanya

Namun menurtu Lizzie, Google dan juga Youtube sendiri tidak perlu melakukan aktivitas tambahan dalam upaya untuk memblokir konten yang memang sebelumnya telah dilakukan oleh situs tersebut dan juga pemerintah.

"Aku itu justru tidak pernah menemukan adanya konten yang berbau pornografi di Youtube, karena hal itu sudah pasti langsung di cut."

"Jika di Youtube itu memang sudah banyak bertebaran konten pornografi dan juga kekerasan yang di blok sendiri oleh YouTube. Kita bisa langsung melaporkan hal tersebut," Tutur Lizzie

Lizzie menambahkan, "Jika di Google sendiri pihak Pemerintah memang sudah mengenakan Internet sehat, Jadi untuk konten yang negatif isinya sudah di blok langsung oleh pihak Kominfo."

"Malah ini pornografi yang banyak itu bukan di Google melainkan di Glodok banyak ada DVD-DVD Bokep. Kalau di YouTube dan juga Google udah ada penyaringan. Dibali lagi ke otak masing - masing aja sih."

Sejumlah Konten Khusus Di Youtube Berdasarkan Umur Pemirsanya

Filmmaker muda Diego Batara Mahameru menyatakan untuk video khusus di Youtube untuk yang kategori itu tentunya sudah di Blok dan memiliki masa tayang yang hanya sebentar jika benar konten itu tidak bagus atau mengandung unsur kekerasan.

"Jadi jika video tersebut di Klik maka akan bertanya apakah anda sudah berusia 18 tahun atau belum dan jika sudah maka video itu bisa terbuka dan video seperti itu pun tidak akan bertahan lama karena banyak yang akan melaporkannya ke pihak YouTube untuk di periksa."

Diego juga menjelaskan untuk film porno yang seperti itu tidaklah ada di Youtube dan tidak akan mungkin Ada karena setiap upload itu akan ada penyaringan. Jika pun ada itu bukanlah film porno full.

M. Nuh Masih Menilai Banyak Video Tak Pantas Di Youtube

Akan tetapi menurut Muhammad Nuh, hal itu semua masih tidak cukup mempan.

Bahkan Muhammad Nuh menjelaskan dan meminta untuk melakukan pengecekan dengan mengetik kata kunci "porn" dan semuanya akan keluar." Tegas Nuh.

Muhammad Nuh tetap bersikukuh bahwa Google dan juga Youtube harus mau bergabung dan juga membahas hal ini dengan pihak Kominfo untuk lebih memperketat penghapusan konten - konten yang memang tidak pantas untuk diperlihatkan dan hal ini harus dikerjakan setiap hari tidak hanya bulanan, mingguan atau harian." Tegas Muhammad Nuh

Nah, Bagaimana jika menurut Anda Sobat BRO24 mengenai hal ini ?, Yuk, Bantu Share dan juga jangan lupa berikan tanggapan Anda ya.

Post Top Ad

http://www.id-13.com/?ref=957768009