Gaji Ke-13 dan 14 Otomatis Dongkrak Uang Baru Beredar Di Masyarakat - 24 Jam Online

Breaking


http://misiqq.com/?ref=24JamOL
http://www.maincapsa.com/
http://www.taruhan188.com/
http://www.goo4d.com/

Post Top Ad


http://pokerklik188.com/ http://abgqq..net/?ref=945749z http://dominobetqq.com/

Post Top Ad

http://www.maincapsa.com/ http://www.semiqq.net/ http://www.bla168.com/?ref=2DB122

Monday, June 6, 2016

Gaji Ke-13 dan 14 Otomatis Dongkrak Uang Baru Beredar Di Masyarakat

Rencana pemerintah untuk mencairkan gaji ke-13 dan juga ke-14 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pertengahan tahun ini sangat berpotensi untuk menaikkan jumlah uang yang beredar di Masyarakat.

Suhaidi Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) memproyeksi adanya sejumlah perputaran uang selama masa Libur sekolah dan juga Lebaran dan akan bertambah Rp. 160 triliun lantaran pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para ASN.

"Ada empat faktor di samping adanya pertumbuhan ekonomi dan juga adanya peningkatan transaksi dari faktor Lebaran, diperkirakan penarikan dari perbankan dan juga Masyarakat dari Bank Indonesia bisa menyentuh hingga nominal Rp. 160 Triliun, lantaran pembagian gaji ke-13 dan juga ke-14," Ujar Suhaidi saat dalam konferensi pers, Senin, 06/06/2016

Cetakan Uang Baru Dari Bank ( Foto @bisnis.liputan6.com )

Berdasarkan pengakuan Suhaidi penarikan itu merupakan sebuah penarikan yang paling tinggi dalam sembilan tahun terakhir pada periode Ramadan dan juga Idul Fitri. Di mana tahun yang lalu penarikan uang yang dilakukan oleh Masyarakat di 43 kantor Bank Indonesia yang ada di Indonesia hanya menyentuh nominal Rp. 140 Triliun.

Pada akhir bulan Mei, Bank Indonesia mencatat ada sejumlah yang yang beredar di Masyarakat sebanyak Rp. 534,7 Triliun yang mana terdiri dari uang kertas Rp/ 527 triliun dan juga uang Logam sebanyak Rp. 7 Triliun. Jumlah itu akan selalu tumbuh disetiap tahunnya dan seiring dengan meningkatnya permintaan Masyarakat.

Selain dari akibat adanya pembayaran gaji tambahan untuk ASN, peningkatan uang yang beredar juga terjadi lantaran adanya jumlah hari libur yang lebih banyak dari tahun sebelumnya 2015, pelaksanaan libur Ramdan yang bertepatan dengan Liburan sekolah, serta penambahan titik dan juga Frekuensi penukaran baik oleh Bank Indonesia ataupun perbankan.

UANG PALSU PUN BERKURANG 
Pihak BI juga memastikan sirkulasi Uang Palsu yang marak beredar di Masyarakat ditahun ini sudah mulai cenderung menurun jika dibandingan dengan tahun - tahun sebelumnya. Tahun 2015 kemarin BI mencatat rasio uang palsu dengan uang asli hinggamenyentuh 21 lembar per 1 juta lembar uang asli.

"Ditahun ini penemuan uang palsu mulai berkurang, sampai bulan Mei ini baru ditemukan lima per 1 juta lembar dari uang yang diedarkan, dari semua temuan uang palsu sebagian besar berasal dari laporan Masyarakat." Terang Suhaidi